Setahun yang lalu, sebelum rencana Kurikulum 2013 dibuat, sebenarnya Puskurbuk
akan membuat buku. Untuk itu dikumpulkan beberapa penulis BSE yang terbaik.
Saya diminta untuk memberi bekal mengenai matematika. Salah satu hal yang saya
kemukakan adalah hal berikut (untuk memperbesar gambar, klik di gambar tersebut)
Kesimpulan di buku tersebut menyatakan bahwa dua garis sejajar mempunyai gradien sama.
Saya katakan ada dua hal di uraian tersebut yang merupakan kesalahan dasar di matematika.
- Pertama yaitu bagaimana kita mengetahui bahwa garis yang digambarkan merupakan garis-garis sejajar.
- Kedua, bagaimana hubungan garis sejajar dan garis dengan gradien yang sama. Garis sejajar mempunyai gradien yang sama adalah hal yang harus diuji atau dibuktikan. Demikian pula sebaliknya, garis yang mempunyai gradien yang sama maka sejajar, juga merupakan hal yang harus dibuktikan.
Saat itu calon penulis tidak memberi komentar. Komentar datang dari salah satu
orang dari organisasi pemerintah yang mengatakan bahwa ulasan buku BSE
kurikulum sebelumnya tidak ada yang salah. Tulisan ini akan mencoba
menjelaskan mengapa dua hal tersebut merupakan kesalahan dasar di matematika.
Di matematika kita tidak boleh mengambil suatu kesimpulan hanya karena sekedar
mata mengatakan demikian. Walaupun mata merupakan indera yang sangat penting. Semua mahasiswa yang pernah kuliah dengan saya tentu
sudah sering mendengar perkataan saya, jangan percaya mata (tapi itu saya
sebutkan karena sering gagal menggambar garis lurus, he he he, jangan percaya
mata “ini garis lurus” sering saya gunakan).
Mengapa kita tidak dapat menyimpulan dengan mata.
- Apakah potongan dua garis berikut sama panjang? (Gambar hal 15 di Matematika SLTP 3A oleh Wono Setya Budhi, Muller-Lyer Illusion )
Lihat juga animasi berikut (klik di gambar tersebut)
Apakah garis-garis berikut sejajar ?(Klik di gambar berikut)
Satu hal penting di matematika, suatu kesimpulan di matematika selalu diambil hanya setelah definisi yang berkaitan dipenuhi atau hipotesa dari teorema yang berkaitan dipenuhi.
Dalam hal ini, kita akan menentukan apakah garis yang digambar merupakan garis
yang sejajar. Usaha pertama, sesuai dengan definisi garis sejajar, kita harus
memperpanjang garis tersebut terus menerus dan tetap tidak akan berpotongan.
Tetapi hal ini tidak mungkin dilakukan. (Baca juga tentang Aksioma Euclid,
tunggu tanggal mainnya!)
Usaha kedua, kita mengikuti yang dilakukan oleh Euclid. Untuk mengetahui
posisi dua garis, kita menggunakan garis ketiga. Misalkan kita mempunyai dua
garis dan
. Untuk mengetahui posisi kedua garis, sejajar atau
berpotongan, kita menggunakan garis ketiga, misalkan .
Jika sudut dan
yang diberi tanda, mempunyai jumlah sudut kurang dari
, maka garis
dan
akan berpotongan di sebelah kanan dari garis
. Kita tentu saja dapat menggunakan tentang sudut sepihak maupun hubungan dua sudut di
dan
untuk memutuskan apakah dua garis
dan
sejajar atau berpotongan. Sebagai catatan, dua garis di atas tidak sejajar (sengaja saya buat beda sedikit), tetapi mata kita mengatakan bahwa kedua garis sejajar.
Mengapa Gradien Dua Garis yang Sama, Maka Dua Garis Tersebut Sejajar
Misalkan diketahui dua garis dan
mempunyai gradien yang sama.

Karena gradien kedua garis sama, maka jika dibuat ruas garis dan
yang masing-masing berada di sumbu , dan mempunyai panjang satu. Kemudian dibuat garis tegak lurus terhadap sumbu
masing-masing melalui
dan
, akan memotong garis
dan
masing-masing di
dan
. Karena gradien garis
dan
, maka panjang
.
Jadi, pada segitiga , panjang
,
(gradien garis
) dan
.
Demikian pula segitiga , panjang
,
(gradien garis ) dan
. Berdasarkan pemahaman membentuk segitiga, kedua segitiga tepat sama. Jadi
Untuk melihat animasi, klik di gambar berikut
Selanjutnya, jika dibuat segiempat , maka segi empat tersebut merupakan
jajaran genjang. Berdasarkan hal ini, kita dapat menyimpulkan bahwa garis
sejajar . Ini semua dipelajari di kelas 7. Cara lain melihat ini dapat
dilihat di buku SMP saya jilid 2A hal 97.
Mengapa Garis Sejajar Mempunyai Gradien Sama
Untuk sebaliknya, misalkan dan
dua buah garis sejajar.

Selanjutnya, buat garis dan
masing-masing mempunyai panjang
. Buat garis tegak lurus terhadap sumbu
yang memotong garis
di titik
. Kemudian, tarik garis melalui
sejajar sumbu
, yang akan memotong garis
di titik
. Dengan demikian
merupakan jajaran genjang. Jika
merupakan garis tinggi jajaran genjang yang memalui
, maka
.
Dengan demikian gradien kedua garis sama besar.
Jika pelajaran mengenai gradien dua sejajar tidak dijelaskan kepada siswa, maka
pembelajaran tentang jajaran genjang dan masalah dua garis sejajar di kelas I
atau kelas 7 SMP menjadi tidak pernah terpakai dan tidak terasa kegunaannya
mengapa jajaran genjang harus dipelajari. Hal inilah yang merupakan salah satu hal yang disebut sebagai Connection di Standar NCTM.






Leave a reply to Happy Prime Cancel reply